Tampilkan postingan dengan label Makanan sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan sehat. Tampilkan semua postingan

Daging Sapi Impor Potensial Memicu Kanker


YOGYAKARTA,(PRLM).- Sapi impor mengandung hormon trenbolon atau pemacu pertumbuhan sapi, bila dikonsumsi dalam waktu tertentu bisa menimbulkan kanker rahim dan payudara pada perempuan serta menimbulkan kanker prostat pada laki-laki.

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan UGM Drh. Kisman Achmad Rasyid, M.M menyarankan pemerintah mengevaluasi dan mengetatkan impor hewan sapi dimaksud untuk pertimbangan keamanan konsumen.

Usai mempertahankan hasil temuan tersebut dalam disertasi, dia menyatakan penelitian ini menggunakan 60 sampel daging dan hati sapi impor dan sapi bakalan eksimpor yang digemukkan selama 2-5 bulan di feedlotter di Bogor dan Sukabumi. Ketika dideteksi, hati dan daging sapi impor terdeteksi seratus persen hormon trenbolon.

“Dalam hati dan daging sapi impor itu, kita temukan adanya residu rata-rata seeatus persen,” kata dia, Senin (2/8).

Menurut dia sikap akomodatif pemerintah terhadap hewan impor yang mengandung trenbolon ini sebenarnya ironis mengingat pemerintah melarang penggunaan pemacu pertumbuhan bagi petani sapi di tingkat lokal. Bahkan, obat atau hormone perangsang ini digolongkan obat keras berdasarkan Surat Edaran Direktur Kesehatan Manusia Nomor 329/X-C Tahun 1983 dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 806 tahun 1994 dan hasil rapat komisis obat hewan Indonesia 12 agusurus 1998. Larangan yang senada diberlakukan negara-negara di Eropa.

Namun dari segi aturan internasional, Standar Codex, yakni 2 ppb (daging sapi) dan 10 ppb (hati sapi), masih ditoleransi. Negara pemakai hormon ini seperti Australia dan Amerika Serikat, untuk pemacu pertumbuhan sapi dan babi. “Kita harus menyaratkan agar negara importir mengirim sapi dengan kandungan bahan residu trenbolon nol persen,” kata dia.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Prof. drh. R. Wasito, M.Sc., Ph.D., mengingatkan dampak kesehatan akibat residu trenbolon lebih mematikan dibanding infeksi hewan. (A-84/A-120)***


sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/119067

Makanan Kaya Antioksidan Cegah Kanker



Antioksidan sangat berperan dalam mencegah kanker. Oleh karena itu, pola makan yang tidak sehat seharusnya diubah dengan mengkonsumsi makanan-makanan alami yang banyak mengandung antioksidan. Hal ini diungkapkan oleh dr. Phaidon L Toruan, konsultan gizi dan diet, dalam acara seminar Deteksi Dini Kanker di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Radikal bebas dan timbunan lemak dalam tubuh adalah faktor penyebab kanker. Radikal bebas yang diproduksi oleh DDT, radiasi, ultraviolet, polusi, serta asap rokok mengubah sifat inti sel yang merupakan pemicu kanker.Selain itu, timbunan lemak melemahkan daya tahan tubuh.Tetapi, antioksidan dapat mencegah kanker dengan membunuh radikal bebas.

Anda tidak perlu susah-susah memilih makanan yang memiliki kandungan lemak rendah dan kaya akan antioksidan, karena ternyata makanan yang dari dulu sudah dikonsumsi oleh nenek moyang kita seperti ubi, singkong, jagung, brokoli, melon, dan buah-buahan berwarna merupakan sumber antioksidan.

"Gantilah beras putih dengan beras merah, gula pasir dengan gula jawa, dan berhentilah makan gorengan, nenek moyang kita tidak kenal minyak," kata Phaidon.

Ubi merupakan makanan yang kompleks. Ubi mengandung karbohidrat, protein, antioksidan, juga mineral yang diperlukan tubuh.

Selain itu, ada baiknya mengkonsumsi makanan mentah seperti lalapan. Makanan mentah kaya akan enzim yang berfungsi untuk membersihkan usus."sayuran yang dimasak kehilangan 50-80% kandungan enzimnya," terang Phaidon.

Selain itu brokoli merupakan pilihan sayuran yang sangat bagus karena mengandung indol 3 kardinol yang dapat mengurangi efek lemak jahat pada tubuh.

sumber: http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/01/01/838/3/Makanan_Kaya_Antioksidan_Cegah_Kanker

Tiga Jenis Makanan Penurun Kolesterol

Sayur dan buah mengandung banyak serat yang bisa membantu menurunkan kolesterol.

oleh : Petti Lubis, Mutia Nugraheni

VIVAnews - Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah bisa berdampak serius pada kesehatan Anda. Mulai dari rasa sakit kepala, penyakit jantung hingga serangan stroke yang berujung pada kematian. Untuk itu, sangat penting menjaga pola makan untuk menstabilkan kadar kolesterol.

Level kolesterol bisa diketahui melalui pemeriksaan darah. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kolesterol dalam darah Anda sangat tinggi, perbanyaklah konsumsi tiga makanan ini.

1. Sayur dan buah
Sayur dan buah mengandung banyak serat yang bisa membantu menurunkan kolesterol. Serat bisa memperlambat pencernaan, yang bisa mengurangi penyerapan beberapa nutrisi, seperti pati dan gula. Serat larut ini juga mengurangi penyerapan kolesterol dalam usus dan dampaknya bisa mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Menurut University of Maryland Medical Center, menambahkan serat larut dalam diet dapat membantu menurunkan kolesterol total dan LDL (low density lipoprotein) atau kolesterol jahat.

2. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan kaya akan lemak tak jenuh, yang dapat membantu menurunkan kolesterol. Makanlah segenggam kacang setiap hari untuk menurunkan kolesterol dalam darah. Anda bisa mengonsumsi kenari, kacang tanah, almond, kedelai atau kacang hijau. Tetapi ingat, kacang-kacangan juga tinggi kalori. Makanlah secukupnya dan jangan berlebihan. Pilih juga kacang segar yang diolah tanpa minyak.

3. Asam lemak omega 3
Asam lemak omega 3 adalah asam lemak esensial, yang sangat penting bagi kesehatan. Tetapi, tubuh tidak bisa memproduksi nutrisi ini sendiri, sehingga Anda harus mendapatkannya melalui makanan. Ikan, seperti salmon, tuna, makarel, kaya akan asam lemak. Sumber lain asam lemak omega-3 yaitu rumput laut dan avokad. (mt)


sumber: http://kosmo.vivanews.com/news/read/156028-tiga_jenis_makanan_penurun_kolesterol